Pengkaderan Dalam Organisasi
Organisasi ibarat sebuah api unggun dan kader-kadernya adalah kayu bakarnya.
Untuk membuat api terus membesar harus ada kayu bakar baru yang tersedia
Proses regenerasi memiliki peran
penting dalam kelangsungan organisasi, bila proses regenerasi tersebut
terhambat maka proses berjalannya organisasi itu juga akan terganggu
seperti api unggun yang kehabisan kayu bakar. Demikian pentingnya
regenerasi menjadikan bagian pengkaderan dalam organisasi memiliki peran
sentral untuk senantiasa menyediakan stok kader agar sebuah organisasi
bisa tetap hidup.
Namun demikian proses pengkaderan
bukanlah suatu persoalan sederhana. Hal ini menyangkut keseluruhan
pembentukan pemikiran, kepribadian, dan perilaku yang diharapkan sebuah
organisasi terhadap anggotanya. Sehingga dibutuhkan mekanisme yang baik
dalam rangka mencetak output kader yang diharapkan.
The Battle Of Mind
Disadari atau tidak, setiap
organisasi menjalani pertempuran dalam memperebutkan sejengkal ruang di
dalam benak kadernya. Mereka (Organisasi-Red) yang memperoleh ruang
dominan di benak kaderlah yang memenangkan pertempuran tersebut.
Kemenangan tersebut memberikan sumbangan yang signifikan terhadap
loyalitas kader. Setiap orang memiliki pikiran yang terbagi-bagi dalam
berbagai kepentingan untuk dipikirkan atau yang disebut mind share.
Besarnya ruang untuk sebuah kepentingan di dalam benak seseorang
menunjukkan besarnya perhatian seseorang terhadap kepentingan tersebut.
Sebagai contoh, ada seorang
mahasiswa yang pemikirannya terbagi ke dalam beberapa ruang, ada ruang
untuk memikirkan kuliah, ada ruang untuk memikirkan orang tua, masa
depan dan seterusnya. Inti dari sebuah pengkaderan adalah bagaimana
sebauh organisasi mampu menguasai dan mendominasi pikiran anggotanya
agar senantiasa memikirkan organisasi atau bagaimana organisasi memiliki
porsi yang dominan di dalam benak kadernya.
Besar kecilnya ruang tergantung besar kecilnya upaya
(Maaf) pernahkah anda mendengar
cerita ini ? Ketika seseorang sedang mengalami jatuh cinta, maka ia akan
melakukan apapun untuk meraih simpati pasangannya. Ia menelpon, SMS,
apel, memberi hadiah dan masih banyak lagi upaya yang lainnya. Ini
adalah contoh upaya seseorang untuk memenangkan dominasi pikiran orang
lain agar memikirkan dirinya.
Besarnya ruang yang didapat
bergantung dari seberapa besar usaha yang dilakukan. Tapi ingat bahwa
tidak semua upaya menunjukkan keberhasilan, karena disini terdapat unsur
seni yang harus dimiliki seseorang.Hal yang sama juga berlaku untuk
organisasi. Organisasi tidak hanya memiliki tugas untuk merekrut
kader-kader baru, tetapi juga berusaha agar bisa merebut dominasi ruang
pikiran kader yang telah direkrut. Bila sebuah organisasi gagal di dalam
merebut dominasi di dalam ruang pikiran kader, maka yang terjadi adalah
kader menjadi tidak loyal, bahkan akibat yang lebih buruk adalah kader
tersebut bisa membujuk, mengajak orang lain untuk tidak aktif di dalam
organisasi anda. Sudah seberapa besarkah upaya anda untuk merebut ruang
dominan pikiran kader anda? Jika belum, mungkin anda bisa belajar dari
orang yang sedang jatuh cinta.
The Reason for being
Teman-teman, seseorang tidak bisa
secara langsung memiliki keinginan untuk memasukkan sesuatu ke dalam
pikirannya, sehingga hal itu bisa menjadi hal yang dominan untuk
dipikirkan olehnya. Kader membutuhkan sebuah reason, atau
alasan mengapa ia harus memikirkan organisasi itu, dan terus aktif di
dalamnya. Apakah yang bisa menjadi alasan bagi saya untuk terus aktif di
organisasi anda ? Apa pentingnya bagi saya untuk terus memikirkan
organisasi anda ?. Apakah anda memiliki jawaban atas beberapa pertanyaan
ini ? Jika belum, maka jangan salahkan kader jika mereka tidak
mempunyai loyalitas atau militansi.
Solidkan internal organisasi
anda. Anda dan organisasi anda tidak akan pernah mendapatkan ruang yang
dominan di benak kader bila orang-orang inti organisasi hanya memiliki
ruang yang kecil untuk organisasi di dalam pikirannya. Bila anda
memiliki sebuah ruang anda tidak mungkin memperoleh dua ruang dari kader
anda untuk memikirkan organisasi. Anda membutuhkan seorang MASTER MIND dari organisasi anda.Yakni orang-orang yang memiliki ruang dan pikiran dominan untuk organisasi anda.
Kesimpulan :
Pengkaderan memiliki peranan
penting dalam kelangsungan sebuah organisasi. Namun demikian proses
pengkaderan bukanlah suatu persoalan sederhana. Hal ini menyangkut
keseluruhan pembentukan pemikiran, kepribadian, dan perilaku yang
diharapkan sebuah organisasi terhadap anggotanya. Sehingga dibutuhkan
mekanisme yang baik dalam rangka mencetak output kader yang diharapkan.
Sebuah Organisasi tidak hanya memiliki tugas untuk merekrut kader-kader
baru, tetapi juga berusaha agar bisa merebut dominasi ruang pikiran
kader yang telah direkrut, untuk menciptakan keloyalitasan kader
terhadap organisasi tersebut.